Social Icons

Pages

Sunday, February 9, 2014

Diary

Hati ini rasanya seperti dirobek pisau tajam, hingga luka dan berdarah. Dimalam dingin berselimut kabut gelap, aku tak berhenti meneteskan airmata saat membaca buku bersampul hijau yang tersimpan di laci itu. Buku diary dari mantan kekasihmu, entah kekasih yang keberapa aku tak tahu. Dengan membacanya aku tahu awal perkenalanmu dengan dia, apa yang telah kau lakukan bersamanya hingga kau berpisah dengannya. Seolah semuanya terlihat jelas di depan mataku.
Langit pun turut berduka untukku, seolah merasakan derita hatiku saat ini. Ingin segera aku membakar diary itu, tapi rasa penasaran telah menggeroti jiwaku. Memaksaku untuk terus membacanya hingga halaman terakhir. Walaupun aku sadar, semakin aku membacanya, semakin tambah luka di hati ini.
Kau menyimpan rapat semua kenanganmu bersamanya, hingga akhirnya aku sendiri yang menemukan celah itu. Kenapa kau masih menyimpan diary itu sayang? Apakah kau masih berharap untuk kembali bersamanya? Masihkah ada rasa cinta dan sayang di hatimu untuk dia? Beribu pertanyaan mulai menghujani pikiranku.
Fitri, dialah penulis dari diary itu. Seperti apakah dia sayangku hingga dia bisa membuatmu terpikat? Ingin rasanya aku maki dia, aku lukai dia dengan pisau dapur tajam seperti dia melukai hatiku saat ini. Aku tak rela jika kau disentuh, dipeluk, apalagi dicium olehnya. Sayang, aku mencintaimu, sangat amat mencintaimu. Aku ingin cuma aku dan selalu aku yang ada di hatimu. Aku tahu aku bukanlah cinta pertama mu, tapi aku ingin menjadi yang terakhir untuk mu. Aku tak ingin kau membagi cintamu untuk wanita lain. Aku ingin kau selalu setia menemaniku hingga akhir waktu nanti.

No comments:

Post a Comment

 
 
Blogger Templates